Friday, June 26, 2009

aku lebih tahu kot...

FEBRUARI
* Berfikiran abstrak.
* Sukakan benda yang realiti dan abstrak.
* Bijak dan pintar
* Berpewatakan yang mudah berubah.
* Mudah menawan orang lain.
* Agak pendiam.
* Pemalu dan rendah diri.
* Jujur dan setia pada segalanya.
* Keras hati untuk mencapai matlamat.
* Tidak suka dikongkong.
* Mudah memberontak apabila dikongkong.
* Suka kegiatan yang lasak.
* Emosinya mudah terluka dan sangat sensitif.
* Mudah mempamerkan marahnya.
* Tidak suka benda yang remeh-temeh.
* Suka berkawan tapi kurang mempamerkannya.
* Sangat berani dan suka memberontak.
* Bercita-cita tinggi, suka berangan-angan dan ada harapan untuk merealisasikan impiannya.
* Pemerhatian yang tajam.
* Suka hiburan dan sukan.
* Suka benda yang bersifat seni.
* Sangat romantik pada dalaman tetapi tidak pada luaran.
* Berkecenderungan pada benda yang tahyul.
* Amat mudah dan boleh menjadi terlalu boros.
* Belajar untuk mempamerkan emosi

kopi pes from suterakasih85

Thursday, June 25, 2009

dia yg teristimewa..

iHAJI ABDULLAH BIN AHMAD

Ayah Nilai Kasihmu

Di sisi ibu kau setia menanti
Lahir anakmu menambahkan seri
Bersama aminan memuji Illahi
Di telingaku kanan dan kiri
Hari - hari makin mendewasakan
Hidupmu tabah penuh kecabaran
Dalam mendidik amanah tuhanmu
Sabar melayar kerenah yang seribu
Titisan keringatmu menyubur kehidupan
Berhujan berpanas tidak kau hendahkan
Dirimu tetap gigih menuai rezeki
Menjadikan mimpi satu realiti
Biar ku tawar uang yang berjuta
Biar ku hampar selaut mutiara
Tak mungkin membalas segala jasa
Yang tidak ternilainya
Oh ayah akan ku bukti padamu
Curahan kasih tidak kusiakan
Mencapai cita jua kejayaan
Kan ku bela nasibmu di hari tua
(Intrumentalia)
Titisan keringatmu menyubur kehidupan
Berhujan berpanas tidak kau hendahkan
Dirimu tetap gigih menuai rezeki
Menjadikan mimpi satu realiti
Biar ku tawar uang yang berjuta
Biar ku hampar selaut mutiara
Tak mungkin membalas segala jasa
Yang tidak ternilainya
Oh ayah akan ku bukti padamu
Curahan kasih tidak kusiakan
Mencapai cita jua kejayaan
Kan ku bela nasibmu
Biar ku tawar uang yang berjuta
Biar ku hampar selaut mutiara
Tak mungkin membalas segala jasa
Yang tidak ternilainya
Oh ayah akan ku bukti padamu
Curahan kasih tidak kusiakan
Mencapai cita jua kejayaan
Kan ku bela nasibmu di hari tua

Album : Insan Istimewa
Munsyid : De Hearty


Monday, June 22, 2009

Redha..


rindunya aku pada kenangan lalu,
senyum, tawa riang bersama
kusangka berkekalan kerana yakinnya pada ungkapan bicara sayang, rindu dan UKHUWAHFILLAH,
tidak pernah terjangka hadirnya konflik dalam jalinan,
andai masa dapat diputar kembali,tidak mahu aku berada di situ,namun apakan daya, ketentuan dan takdirNYA lebih mengatasi dr segala-galanya..
YA ALLAH, berikanlah aku kekuatan untuk mengakui didalam hatiku dan keyakinan untuk ku ungkapan lafaz "REDHA" walau perit untuk di telan..

Wednesday, June 17, 2009

Semoga bermanfaat……

email yg dikirimkan sahabat..gaya bahasa dari seberang, tp rasanya masih mudah difahami.
moga menjadi peringatan bersama.
Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ice-krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicapi, sementara tangan kirinya mencengkam Ikatan sabuk celana ayahnya. Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas tembok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915: 20- 01-1965" "Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya... "Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sambil tersenyum, sambil memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, bererti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya mengira dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... " Yani menoleh kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm... Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan bersebelahan kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengusap kepala anak satu-satunya. "Kenapa ni Yani ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.... "Hmmm, ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?" Ayahnya tersenyum, "Lalu?" "Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani bersinar keranana bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ........ "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek. Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi....142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata... Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? ’Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un’ .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah? padahal melihat adegan pameran dipukuli masa di tv kemarin ia dah tak tahan? Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya mengangkat, setinggi bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri pipi dan janggutnya…”Allahumma as aluka khusnul khootimah”.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya... "Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..." Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. . "Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"

Monday, June 15, 2009

tidak terbalas..


kangan..

lenanya dia tdo, klu tak silap gambo ni acik yati ambik sblm bertolak ke airport tawau (balik kampung tahun lepas). terpaksa keluar awal, takut terlepas flight. jarak aiport blh tahan jauhya. dengan berat hati acik tinggalkan nazhan. kedua pp dan dahinya ku kucup, sayang nak tinggalkan anak sedara sorang ni. keletahnya menjadi2, petah berkata2 skrg ni, ngalahkan org tua. dah masuk usia dua tahun. budak2 dalam peringkat pembesaran cepat menangkap dan meniru tutur kata dan perbuatan org2 disekelilingnya. kalau model tak bagus, mmg hancuslah jawabnya. nau'zubillah..moga anak sedara acik ni menjadi anak yg soleh dan org yg berguna dimasa hadapan. tak lama lagi nak dapat adik, nazhan bakal bergelar abang long..:)